Artikel

HUKUM MEMINTA-MINTA DALAM SYARIAT ISLAM

2018-10-08 00:00:00

Penjelasan Tentang HUKUM MEMINTA-MINTA MENURUT SYARIAT ISLAM ini ditulis oleh UST.DR FACHRUROZY ABU HAITSHAM .MA

PENDAHULUAN

Allah swt Berfirman :

{ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }

 “ Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami minta pertolongan”

Syariat Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan, oleh karena itu kehormatan termasuk dalam  kategori lima darurat yang wajib dipertahankan. Ada lima darurat yang wajib kita pertahankan sesuai urutan berikut : Agama, Jiwa, Keturunan, Harta dan Kehormatan.

Syariat Islam  memerintahkan kita untuk menjadi umat yang kuat dan terhormat, seperti yang Allah SWT firmankan :

{ وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ }

Artinya : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”.(QS. Al-Anfal: 60)

Allah SWT berfirman :

{ مَن كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ ۚ }

Artinya: “Barang siapa yang menghendaki kehormatan, maka bagi Allah-lah kehormatan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shaleh dinaikkan-Nya.” (QS. Fathir: 10)   

Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda: 

        (( إن مما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى : إذا لم تستحي ، فاصنع ما شئت )). رواه البخاري

 “Sesungguhnya sebagian yang manusia jumpai dari ucapan kenabian adalah: Jika kamu tidak punya rasa malu, lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki!” (HR. Bukhori)

Perbuatan meminta-minta adalah salah satu dari sifat-sifat tercela yang merendahkan kehormatan dan martabat seseorang dalam syariat Islam. Pada zaman sekarang ini  meminta-minta dan mengemis dianggap suatu hal yang biasa dan bahkan dijadikan sebagai mata pencaharian. Fenomena ini terus berkembang dan memiliki beragam  pola serta perangkat-perangkat yang mampu menunjang perkembangannya.

Selain faktor-faktor pendorong lainnya, meminta-minta adalah alternatif yang praktis diperankan oleh pelakunya dikarenakan mudah dan cepatnya hasil yang didapatkan, yaitu cukup dengan mengulurkan tangan kepada anggota masyarakat agar memberikan bantuan dan sumbangan. Apalagi pekerjaan meminta-minta itu sama sekali tidak perlu modal, karena pengemis itu identik dengan penampilan lusuh dan berpakaian serba kumal, dengan tujuan untuk mengungkapkan akan kepapaannya. Oleh karena itu, untuk mengatasi dan menanggulanginya juga membutuhkan kerja keras.

DEFINISI MEMINTA-MINTA

Meminta-minta adalah seseorang atau sekelompok orang-orang yang meminta harta, dana atau bantuan kepada orang lain atau lembaga. Yang dimaksud dengan meminta-minta yang disoroti dalam pembahasan ini adalah meminta bukan karena darurat atau  karena kebutuhan yang sangat mendesak sekali, serta mengandung unsur penghinaan diri di hadapan selain Allah SWT.